Tampilkan postingan dengan label Teknik Sound System. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Sound System. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Mei 2013

Seni Mixing live


Mixing Live band tidak ada aturan baku seperti seniman yang bebas mengepresikan diri untuk mengatur knop-knop yang begitu banyak yang ada di hadapan kita, hanya saja seorang Engineer paling tidak mengetahui teori-teori dasar audio,karena nantinya akan memudahkan kita dalam bekerja terutama pada live band. Live band atau recording memiliki tujuan yang sama yaitu membuat music menjadi enak,sulitnya menjadi Engineer adalah: yang menurut kita sebuah music itu enak,belum tentu bagi orang lain mengtakan enak, itulah tugas kita sebagai Sound Engineering.



MENGENALI JENIS MUSIKNYA
Untuk menghasilkan Mixing yang baik,alangkah baiknya kita harus cari tahu jenis musik apa yang akan di mixing,misal anda seorang Engineer sebuah Rumah Makan,menampilkan sebuah group band "Plans Band" misalnya..semakin sering anda menangani Plans Band dan sering mendengar lagu-lagunya maka akan semakin baik hasil Mixingnya.Seandainya satu saat kita diminta untuk Mixing sebuah band yang belum pernah kita tangani,alangkah baiknya kita cari tau jenis musicnya atau kita datangi band itu kita tungguin saat latihan atau pada waktu cek sound minta agak lama agar kita tau karakter dari band itu sendiri.

LEVEL VOKAL
Ada hal yang perlu di perhatikan saat melakukan Mixing Live,artikulasi Vokal penyanyi dalam pertunjukan band live usahakan jelas,tentunya mengangkat level Vokal porsinya diatas level alat musik sehingga vokal menjadi jelas,tidak ada aturan baku seberapa db perbedaan antara sound alat music dengan vokal,seorang Engineer yang profesional akan tahu titk mana yang paling proposionalantara music dan Vokal.

BASS DAN DRUM 
Banyak cara untuk Mixing Bass dan Drum,kembali pada jenis music dan selera musisi serta kemammpuan Engineer meracik serta kemauan si musisi menjadi  hasil Miixingan yang baik,yang jelas Kick drum dipandankan dengan dentuman bass itulah yang namanya kawin antara kick dengan bass.Setelah keduanya kawin maka kita akan mendapatkan sebuah music tersaji enak tidak terkesan hambar.

GITAR
Frequesi gitar hampir selalu di area mid frequensi,apapun jenis musicnya gitas selalu membutuhkan area mid frequensi,suara midrange akan membantu sound gitar bisa tetap memiliki tampilan diantara tatanan mixing instrument lain.

MIXING DUA GITAR
Mixing dua gitar,bila menemui ada dua gitaris diatas panggung, langkah kita adalah mendiskusikan dengan band tersebut,apakan gitar satu di Pan kekanan tau sebaliknya dan bagaimana bila pas solo gitar?

Idialnya Mixing 2 gitar jangan terlalu extrime dalam main Pan pot,karena dalam letek speaker antara sayap kanan dan kiri bejahuan,penonton yang ada di kiri tidak bisa dengar gitar yang baru di pan kekanan,begitu juga sebaliknya,Apabila pas solo gitar sebaiknya sound gitar diarahkan ke centre(tengah) dan level gitar ketika solo,sedikit dibawah level vokal,agar sound vokal bisa tetap menonjol. 

Spul Tweeter Sering Putus

Banyak sound Engineering mengalami spul tweeter (spul driver) sering putus,terkadang acap kali menjengkelkan,ditengah tengah acara sering kali mengacaukan acara,hanya gara-gara spul tweeter putus. Banyak yang bertanya pada saya kenapa kenapa kok sering putus.Ada beberapa faktor yang menjadikan tweeter putus.
1. Setiing cros yang kurang pas,ketinggian atau terlalu rendah
2. Terlalu banyak peak pada power amplyfier
3. kwalitas tweeter yang kurang bagus



Ada tips untuk sedikit mengatasi tweeter sering putus,di gambar ada crosofer pasif lampu halogen dan tweeter.Fungsi dari lampu halogen adalah untuk pelarian apabila tweeter dalam keadaan over load,
setelah over load lampu akan menyala.tentunya beban pada tweeter tidak terlalu berat.Sampai disini dulu besok disambung lagi.

Mixer Kena RF-Radio Frequensi


Pernakah pada system audio anda terkena Rf Hp? Rf adalah Radio Frequensi,sumber dari radio frequnsi berasal Hp,pemancar radio dsb.Dengan instalasi audio yang kurang bagus rawan akan terkena Rf,karena sifat dari Rf memancarkan gelombang dan kadang liar,setiap ada bentangan kawat Rf akan menginduksi disitu,perhatikan dalam memasang instalasi audio terutama dibagian input,jangan sampai ada yang terkelupas(open wire) dengan kondisi seperti ini akan berpotensi terkena radio Rf.
Pernah saya alami Mixer terkena Rf Hp,walaupun tidak berbahaya bagi Mixer tapi cukup mengganggu yang suaranya kaya printer kasir di super market.Untuk mengatasi hal itu saya ada  tips.

1>.Usahakan kabel mikropon dengan system balance
2>Menghidari sambungan mikropon tanpa conector
3>Bila dengan kabel Unbalance jangan lebih dari 7meter




Gambar berikut adalah sytem Balance dan Unbalace,keistimewaann dari Balance adalah untuk menekan noise terhidar,walaupun pasang kabel mikropon 100 meter hasilnya tetap linier,terhidar dari frequensi liar yang ada di sekitar kita.Semoga bermamfaat.

Microphone Vokal


Rental Sound System memang tak lepas dengan barang satu ini yakni Microphone.Microphone berguna untuk mengubah getaran suara menjadi getaran listrik analog dan di teruskan ke power amplyfer dari suara yang ber-level rendah menjadi keras kemudian di teruskan lagi ke loudspeaker.


Kwalitas suara yang dihasilkan di tetentukan oleh Mircrophone walupun alat pendukung lain jaga berpengaruh,seperti mixer,power dan speaker,paling tidak kalau sumbernya sudah bagus,kita mudah menyettingnya.Kali ini kita akan membahas Microphone Vokal,Microphone yang suber suaranya dari suara manusia.Dalam memilih Microphone buat Vokal kita harus tau karakter Microphone itu sendiri dan juga range frequensi-nya,terlihat pada grafik buku Microphone.Tapi sebagian produk microphone banyak yang tidak cocok dengan kenyataan,makanya mending cari Microphone yang jelas kwalitasnya,memang agak mahal tapi dijamin tidak kecewa.

Awas Barang Tiruan
Banyak sekali merk Microphone Hi-and yang ditiru alias di palsu.Merknya sama,bentuknya sama, harga jauh lebih murah,kwalitasnya biasa saja.Maka hati-hati berbelanja.Gambar berikut cocok untuk Vokal.



Menurut pengalaman saya Microphone Buat Vokal yang bagus,kurang peka jadi tidak mudah feedback,jangan kaget ntar kalau beli,kok malah peka yang murahan.Saran dari saya,jangan tergiur dengan harga yang murah,belilah di toko yang jelas.misal di toko musik.

Cara setting compresor audio

Dalam dunia sound system nama compresor tidak asing lagi,tapi bagi pemula nama ini cukuplah asing. semoga yang buka blog saya smua sudah mahir mengoprasikan.

Ada beperapa knop yang ada di phanel depan :

1.Input
Digunakan untuk menaikkan atau menurunkan level input suara yang masuk kedalam  compressor.

2. Threshold (ambang)
Merupakan batas maksimum dari level sinyal yang akan ditoleransi oleh   compressor. Ketika treshold dikonfigurasi -5dB misalnya, maka semua bagian dari sinyal audio yang mencapai level diatas -5dB akan otomatis di kompresi oleh compresor tersebut.

3.Ratio (perbandingan)
Merepresentasikan seberapa besar kompresi yang akan dilakukan oleh  compressor. Jika ratio di konfigurasikan 4 : 1 misalnya, maka akan dibutuhkan sinyal input sebesar 4dB untuk menaikkan level output sebesar 1 dB. Atau dengan kata lain: setiap level suara input menyentuh angka 4 dB, level suara output akan bertambah 1 dB.

3. Attack (serangan)
Menentukan seberapa cepat compressor akan merespon sinyal yang melebihi threshold, dan mulai melakukan kompresi.

4.Release (melepaskan)
Menentukan seberapa cepat  compressor berhenti melakukan kompresi ketika sinyal input telah berada dibawah level treshold yang telah ditentukan.

5. Hard / Soft Knee
Menentukan cara sound effect compressor bereaksi dan melakukan kompresi, pada saat sinyal telah melebihi threshold. Konfigurasi hard knee mengandung arti bahwa sound effect compressor akan bereaksi dengan cepat dan secara simultan menutup semua sinyal yang melewati batas treshold yang telah ditentukan. Sementara konfigurasi soft knee mengandung arti bahwa  compressor akan diaktifkan secara bertahap untuk membuat hasil kompresi menjadi lebih halus

6.Output
Digunakan untuk menaikan volume output dari sound effect compressor.



CARA SETTING COMPRESSOR SEDERHANA

Pertama2 level treshold/trigger gate (klo ada) di off dulu yaitu diputar full ke kiri. Output gain/level di 0 db tengah. Limiter (klo adiv class="MsoNormal"> 
Level 'berlebih yg akan kita ratakan yaitu pada hal-hal seperti; 'teriakan serak vokalis band underground, teriakan-teriakan penyanyi dangdut yang bukan merupakan bagian dari lagu. sering kita dapati vokalis yang lemah power saat nyanyi tapi kenceng banget klo teriak-teriak minta sawer.. sehingga tangan kita tidak bisa lepas dari fader volume untuk jaga-jaga.. atau flute player yang merangkap juga trumpet.

balik lagi ke setting treshold compressor, yg kita dengarkan adalah suara normal nya vokalis sedang nyanyi (lebih baik lagi pada saat dia sedang menyanyi bagian refrain atau pada nada-nada tinggi) kemudian pelan-pelan treshold kita putar dr kanan kekiri sampai suara itu mulai terpotong dan lampu led 'gain reduction mulai nyala. inilah yang disebut titik treshold. Setelah ketemu titik treshold maka level kita putar balik ke kanan sedikit saja, agar suara 'normal bisa kita loloskan dan hanya yg berlebih yg kita 'potong.

Mp3hd buat Check Sound Dengan Musik Tradisonal

 Setelah smua alat terpasang baik speaker maupun aksesoris biasanya sound engineer terus

memurtar mp3 atau cd audio,yang maksutnya untuk cek sound,seberapa level high freq,
mid dan low. Banyak sekali recomendasi mp3 buat cek sound,diantaranya Hotel california
milik Eagles,Spain milik Al jerreau,dan musik ber-gendre Jazz lainnya.
Kali ini saya ingin berbagi dengan anda,sebuah musik dengan alat modern tapi gengre-nya
tradisional,iseng-iseng puter cd punnya teman nemu cd ber bertuliskan Yoga Bali ,aku puter
sampai lagu terakkhir ternyata hanya satu lagu yang cocok buat cek sound.
Recording yang saya anggap sempurna,tebal,clarity,full range,dari nada tinggi  sampai rendah
semua ada.Bila teman-teman ingin download ,karena file agak besar,siapkan koneksi internet
yang kencang,file sekitar 51.29 MB, karena saya menjaga kwalitas suara.

Mengenal Bagian Dari Ampli Gitar


Tadi ketika saya lagi browsing, saya menemukan artikel yang menurut saya bagus sekali, dan saya rasa teman-teman perlu tahu mengenai hal ini juga. Sumbernya dibawah ini saya sertakan juga, nah semoga artikel ini bisa bermanfaat buat kita semua. Karena saya baca artikel ini memang bagus sekali! Yuk kita baca bersama-sama artikel mengenal bagian dari ampli gitar ini.


Sebagian orang mungkin sudah mengenal amplifier gitar. Dari dulu sampai sekarang pun bentuknya masih gitu-gitu saja,cenderung monoton dari kesan fisiknya. Sebenarnya, jika kita bedah lebih luas lagi tentang apa itu amplifier gitar,mereka selalu melakukan perubahan dan riset di setiap generasinya. Apa yang mereka lakukan dari setiap perubahan-perubahan tersebut, tentunya kita harus mengenal dan mengetahui lebih dalam lagi setiap bagian-bagian amplifier gitar tersebut.

Pada dasarnya, amplifier gitar itu hanya terdiri dari section Preamp, Power Amp, dan Speaker. Yang nantinya akan didesain sedemikian rupa menjadi Head Cabinet atau Combo. Teknologi dan elektronik yang digunakan pun berbeda, ada All Tubes, Solid State, atau Hybrid.

Preamp

Ini adalah bagian terdepan dari amplifier gitar. Bertugas sebagai pengolah sinyal awal gitar kita. Preamp akan membentuk warna suara gitar, karenanya di setiap amplifier gitar kita pasti menemukan pengaturan-pengaturan seperti: Bass, Treble, Middle, Gain, dan Volume. Kasarnya, disaat kita mulai menghubungkan gitar ke input amplifier dan mulai mengutak-atik pengaturan-pengaturan tadi, maka akan terasa perbedaan atau perubahan sound, ini berarti kita sedang menggunakan section preamp amplifier kita.

Power Amp

Ini adalah bagian kedua dari amplifier. Bertugas untuk menguatkan sinyal yang telah diproses oleh section preamp tadi. Jadi sinyal yang keluar dari section preamp tadi, akan diterima dan diteruskan oleh section power amp ini. Pengaturan-pengaturan seperti master volume, presence, dan berapa watt (10,15,30,50,100) kekuatan amplifier bisa disebut sebagai section power amp amplifier kita.

Speaker

Ini adalah bagian terakhir dari ampflikasi gitar. Tugasnya tentu untuk mengeluarkan suara yang telah diproses oleh section preamp dan power amp amplifier kita tadi. Ukuran speaker gitar pun berbeda-beda, mulai dari 8, 10 sampai 12 inch. Untuk cabinet speaker gitar professional, biasanya menggunakan ukuran 4x12, yang artinya menggunakan 4 buah speaker berukuran 12 inch. Desain cabinet speaker amplifier gitar pun berbeda-beda, ada yang open back (bagian belakang terbuka) atau closed back (bagian belakang tertutup) Yang perlu digaris bawahi disini adalah kita tidak bisa menyamakan antara speaker gitar untuk amplikasi gitar, dengan speaker gitar Hi-Fi atau speaker yang biasa kita gunakan di komputer atau home theater. Speaker gitar cenderung melemah di frekuensi 6,3 khz setelahnya, dimana speaker amplifier gitar seolah-olah seperti memotong frekuensi treble kita. Itulah sebabnya mengapa suara seperti “distorsi” berbeda respon saat kita hubungkan ke speaker amplifier gitar, namun dengan menghubungkan ke speaker Hi-Fi. Speaker amplifier gitar cenderung akan membuat suara distorsi menjadi lebih nyaman didengar (FAT), tidak pecah, sember (HARSH), seperti saat kita menghubungkan  ke speaker Hi-Fi.

Head Cabinet dan Combo

Head cabinet amplifier terdiri atas dua bagian, yaitu Head dan Cabinet. Head adalah bagian amplifier-nya sendiri, yang terdiri atas section preamp, poweramp, dan Cabinet sebagai loudspeaker-nya.

Sedangkan Combo amplifier adalah amplifier yang sudah tergabung menjadi satu, antara section preamp, power amp, dan loudspeaker-nya.

Amplifier head cabinet tentu bisa kita hubungkan dengan menggunakan cabinet 4x12,2x12,1x12, mengingat amplifier Head Cabinet terbagi menjadi dua bagian, sedangkan amplifier Combo kebanyakan hanya menggunakan speaker yang sudah menyatu di bagian amplifier-nya itu sendiri. Sebenarnya kita juga bisa memisah amplifier Combo ini seperti amplifier Head Cabinet, jika ingin menggunakan cabinet lain seperti amplifier Head Cabinet, namun untuk kesempatan kali ini kita bahas garis besarnya saja.

All Tubes, Solid State, dan Hybrid

Amplifier all tubes adalah amplifier yang menggunakan tube (tabung) di seluruh section amplifiernya. Section preamp dan power amp-nya menggunakan tabung. Ukuran tabung preamp dengan power amp bisa dengan sangat mudah kita bedakan. Tabung section preamp memiliki ukuran yang lebih kecil daripada tabung di section power amp-nya.

Amplifier Solid State atau amplifier transistor adalah amplifier yang tidak menggunakan tube atau tabung di section preamp dan power amp-nya. Murni hanya menggunakan dan mengandalkan komponen-komponen elektronik seperti halnya pedal-pedal efek gitar untuk memproduksi keluaran suaranya.

Amplifier Hybrid adalah amplifier yang menggabungkan teknologi berbeda di section preamp dan power amp. Seperti menggunakan teknologi tabung untuk section preamp, dan menggunakan teknologi solidstate untuk section power amp, atau bisa juga sebaliknya. Bisa juga memakai teknologi digital untuk section preamp dan menggunakan teknologi tabung di section power amp-nya.

Cara tergampang untuk mengetahui dari setiap jenis amplifier adalah dengan mengetahui bobot dan ukurannya. Pastinya bobot amplifier all tubes akan lebih berat daripada amplifier jenis lainnya. Ukuran amplifier all tubes pun bisa dipastikan lebih besar dari amplifier jenis lainnya, ini disebabkan oleh amplifier all tubes membutuhkan space untuk penempatan tabung-tabungnya. Cara lainnya adalah dengan melihat tombol switch power amplifier tersebut, pastinya tombol power amplifier all tubes memiliki dua tombol switch, on/off dan standby. Solid State biasanya hanya menggunakan satu switch power, hanya on/off saja.

Tentu saja variasi dari pemakaian teknologi yang berbeda-beda dari setiap amplifier memberikan perbedaan untuk hasil akhirnya. Ada banyak gitaris diluaran sana yang sangat menyukai amplifier all tubes, bahkan ada pula yang sangat menyukai amplifier solidstate atau hybrid. Tergantung pilihannya entah itu head cabinet ataupun combo, yang jelas semua mempunyai fans fanatiknya sendiri-sendiri. Kesimpulan dari semua ini adalah bukan mana yang terbaik dan yang terbagus, melainkan mana yang lebih cocok dengan selera kita, gaya musik kita, karakter kita, dan tentunya mana yang lebih cocok dengan budget kita.

Masih banyak hal-hal lain mengenai “amplifier gitar” yang ingin saya sampaikan. Namun secara garis besar semua saya kupas disini . Jadi, jika ada hal-hal yang sulit untuk dimengerti, kalian boleh sisipkan pertanyaan kepada saya.


Semoga artikel mengenai mengenal bagian dari ampli gitar ini bisa bermanfaat buat kita semua. Buat saya juga sangat berguna karena mengingatkan saya lagi. Sampai ketemu di tulisan saya selanjutnya yaa..

Mengenal Prinsip Kerja dari Sound System

mengenal-prinsip-kerja-dari-sound-system
Sound sistem yang sering kita lihat dimana-mana, atau yang sering dikenal dengan sebutan Public Address System(PA System) seperti apa sih prinsip kerjanya? Yuk kita tengok di tulisan dibawah ini.
SNah teman-teman, kali ini saya akan membahas mengenai sound system sederhana, prinsip kerjanya seperti apa. Bila teman-teman memahami prinsip kerjanya, nanti untuk sistem yang lebih besar lagi, teman-teman sudah ada gambarannya. Juga dengan mengerti ini nanti akan lebih mudah untuk teman-teman mengerti prinsip recording, karena berkembangnya dari sini.
Kita sering mendengar sistem pengeras suara, atau sound system atau kadang kita juga mendengar kata-kata PA System. PA System adalah singkatan dari Public Address System. Pada awalnya sound system ini digunakan bagi seseorang yang hendak berbicara di depan banyak orang sehingga suaranya bisa terdengar oleh banyak orang, namun PA System ini tidak hanya untuk pidato saja, namun sudah sangat kompleks. Akan tetapi yang akan saya bahas kali ini adalah PA System yang sederhana dulu saja ya, sehingga teman-teman terlebih dahulu mendapatkan gambarannya.
Nah kita andaikan saja teman ingin berpidato di hadapan 500 orang, untuk ini teman-teman membutuhkan sistem pengeras suara agar suara teman-teman bisa terdengar oleh 500 orang tersebut. Nah apa saja yang teman-teman butuhkan? Antara lain :
  1. Microphone
  2. Amplifier
  3. Speaker
  4. Juga tentunya adalah kabel-kabel untuk menghubungkan dari microphone ke amplifier dan dari amplifier ke speaker
Oke, sistem ini bisa disebut sebagai sound system sederhana, mari kita tengok satu satu per satu.

Microphone

Microphone di dalam sound system atau sistem pengeras suara berfungsi untuk merubah dari suatu bentuk energi, dalam hal ini adalah bentuk energi akustik, menjadi bentuk energi listrik. Energi listrik ini besarnya 0,1 Volt, atau sering kita menyebutnya dengan namamicrophone level. Nah alat yang merubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi lainnya disebut dengan transducer. Jadi dalam hal ini microphone dapat dikatakan adalah sebuah transducer karena merubah dari energi akustik menjadi energi listrik. Mari kita lihat penampakannya dibawah ini..
shure microphone
gambar : Shure
Nah microphone ini yang nantinya berfungsi menangkap frekuensi yang dihasilkan oleh sumber suaranya, karena kita lagi membahas orang yang hendak memberi pengumuman, jadi dalam hal ini sumber suaranya adalah suara orang. Kalau teman-teman ingin sumber suaranya adalah suara drum, atau gitar, atau bass, nanti tinggal diganti aja, pilih microphone yang bisa menangkap frekuensi yang dikeluarkan oleh si sumber suara dengan baik. Nanti di tulisan yang lain saya akan membahas lebih detail mengenai macam-macam microphone, ada yang dynamic microphone, condenser, juga ribbon microphone. Nah apa sih itu? Nanti di tulisan berikutnya saya akan lebih detail membahas, sekarang kita akan fokus dahulu di prinsip sederhana dari sebuah sound system. Nah kemudian dari microphone ini kita sambungkan dengan amplifier untuk memperkuat sinyalnya sehingga nanti dapat dikeluarkan melalui speaker.

Amplifier dalam Sound System

Dari microphone sinyal yang besarnya 0,1 Volt ini kemudian dikirimkan ke sebuah amplifier atau penguat, nah teman-teman bisa melihatnya sebagai ampli biasa yang sering ada, saya akan jabarkan sedikit ya, ada apa saja sih di dalam sebuah amplifier itu. Prinsip ini berlaku untuk semua amplifier yang ada di dunia ini, bahwa sebuah amplifier pasti terbagi menjadi dua bagian, yaitu :
  1. Preamp, nah sinyal dari microphone pertama akan diterima oleh yang namanya preamp, dan disini nanti sinyal akan dibentuk dan diperkuat, kadang pada sebuah preamp terdapat juga equalizer untuk membentuk sinyal, namun kadang juga hanya pengeras saja, yang berfungsi memperkuat sinyal 0,1 Volt itu menjadi sinyal 1 Volt, atau yang dinamakan juga dengan line level. Biasanya line level ini ditandai dengan huruf -10 dan mic level biasanya ditandai dengan +4, jadi kalau kita melihat tanda +4 berarti dia bekerja pada mic level, yaitu pada 0,1 Volt kira-kira.
kita lihat yuk penampakannya di bawah ini..
preamp SSL
penampakan bagian belakangnya seperti ini..
preamp SSL
    1. Power Amp, kemudian sinyal dari preamp tersebut diteruskan ke sebuah power amp, dimana sinyal disini diperkuat dari yang hanya 1 Volt menjadi minimal 10 Volt, karena speaker level beroperasinya di minimal 10 Volt. Jadi angka 10 Volt atau lebih ini biasanya dinamakan juga dengan nama speaker level. Untuk apa sih kita mengerti mengenai mic level, line level, atau speaker level? Agar kita bisa mengoperasikan alat kita dengan baik dan benar, karena bila sinyal dari power amp yang notabenenya adalah berada pada speaker level kemudian sinyal tersebut kita masukkan ke sebuah signal processor katakanlah Compressor, maka bisa rusak compressornya, kenapa? Karena compressor bekerjanya di line level atau di 1 Volt, bayangkan dia bekerjanya di 1 Volt dan dia diberi tegangan 10 Volt! Nah untuk hal inilah penting untuk kita ketahui hal-hal yang seperti ini. Jadi kalau kita ingin menggunakan compressor, pastikan kita meletakkannya sebelum power amp! Biasanya dalam sebuah power amp hanya terdapat sebuah knob yang fungsinya seperti volume, dia hanya untuk mengatur seberapa banyak yang akan akan dikeluarkan nantinya ke speaker, yuk kita lihat penampakannya dibawah ini..
crown power amp
gambar : Crown Audio
Nah kalau kita lihat pada gambar diatas, hanya terdapat dua buah knob yang berfungsi seperti volume kontrol, dimana ini berarti power amp ini bisa digunakan untuk dua buah speaker.
Nah kalau misalnya teman melihat, contohnya ya pada ampli gitar, kan ada tuh yang head cabinet, kita lihat dulu gambarnya dibawah ini..
mesa amp
gambar : Mesa/Boogie
dan bagian atasnya kan disebut head, nah itu terbagi atas preamp dan power amp, itu berlaku untuk semua head, apakah itu untuk gitar, atau untuk bass, sementara bagian bawahnya adalah hanya speaker, biasanya ukurannya speaker yang digunakan untuk gitar adalah 12 inch speaker.
Jadi prinsipnya sebenarnya sama saja, bagaimana dengan kalau kita menggunakan mixer? Berarti kalau kita menggunakan mixer, dan bukan power mixer, berarti mixer tersebut adalah preampnya, namun dalam sebuah mixer tidak hanya terdapat preamp saja, namun juga ada EQ disitu. Dari mixer kita akan membutuhkan sebuah power amp, untuk bisa kita mengeluarkan suaranya ke speaker, jadi kira-kira jalur sinyalnya adalah sebagai berikut :
sumber suara —> microphone —> preamp —> power amp —> speaker
Nah jadi jalur sinyalnya dari sebuah sound system sederhana akan selalu seperti itu, dari speaker baru nanti akan sampai ke telinga kita sebagai apa yang kita dengar. Prinsip ini nanti apabila teman-teman memahami dengan benar, akan lebih memudahkan teman-teman, untuk mendalami bidang recording atau bidang live sound yang tentunya akan lebih rumit lagi jalur sinyalnya. Namun sebagai gambaran saja, untuk sistem recording maka jalur sinyalnya akan menjadi seperti ini :
sumber suara —> microphone —> preamp —> converter —> komputer —> converter —> speaker monitor
Nah lebih detailnya lagi mengenai hal ini akan saya jelaskan di tulisan saya berikutnya yang membahas khusus mengenai recording, jadi nantikan terus artikel-artikel dari saya. Sampai ketemu di tulisan saya selanjutnya..
SALAM AUDIO!

Audio Mixer


Kali ini kita akan membahas mengenai audio mixer, atau mixer yang digunakan untuk kebutuhan audio. Banyak dari kita yang masih bingung dengan mixer tersebut, bagaimana menghidupkannya. Kalau sekedar menghidupkannya sih saya rasa semua orang juga bisa. Namun bagaimana mengoperasikan dari sebuah mixer audio ini yang kebanyakan dari kita masih bingung.

Saya sendiri dulu sebelum belajar mengenai audio pun mengalami hal yang sama. Bingung! Karena banyak sekali tombol-tombol yang ada disitu. Dan jadinya kita jadi bingung dengan hal itu. Nah yuk kita bahas dulu mengenai audio mixer ini agar kita nantinya bisa mengoperasikan audio mixer ini dengan lebih baik.

Audio Mixer

 

Sebuah mixer kalau kita artikan dalam bahasa Indonesia adalah mencampur. Nah dari segi bahasa ini yang artinya mencampur, lalu kemudian timbul pertanyaan mencampur apa? Karena kita disini pembahasannya mengenai audio tentulah yang kita campur adalah audio.
Nah jadi sebuah mixer adalah alat untuk mencampur audio, dan kemudian nanti dari audio yang sudah dicampur, nanti bisa kita tambahkan misal kita akan menambahkan efek disitu, kita juga akan memblendernya. Lha? Emang udah kaya mixer buah pake diblender? Maksud blender disini adalah kita campurkan, misalkan untuk sebuah band, kan pastinya ada drum, ada bass, ada gitar, nah sinyal audio dari masing-masing instrument itu kan kita masukkan ke dalam mixer kan?
Nah kemudian baru kita atur, seberapa keras si gitarnya harus berbunyi, seberapa keras si bassnya juga akan berbunyi, lalu drumnya juga kita harus sesuaikan, seberapa keras volumenya snarenya, dan yang lainya. Sehingga nanti kita akan mendengar hasil suara campuran atau blenderan yang enak di telinga.
Nanti hasil dari pencampuran tadi, yang sudah kita beri efek atau kita beri proses, nanti akan kita kirimkan kemana, misalnya ke power amplifier, kemudian kita akan kirimkan misalnya ke speaker monitor yang ada di panggung. Nah untuk bisa mengoperasikan ini semua dengan baik, pertama-tama pastinya kita harus berkenalan dengan mixer tersebut.
Jadi disini kita sudah belajar bahwa fungsi mixer untuk audio adalah untuk mencampur audio dan nanti kita proses disitu, dan kemudian baru kita akan kirimkan sinyal tersebut kemana. Nah sekian dulu pembahasan garis besar mengenai apa itu audio mixer. Nanti di tulisan saya yang berikutnya saya akan membahas lebih dalam mengenai pengenalan bagian-bagian dari audio mixer.